Ilmu merupakan
kebutuhan primer setiap insan dalam setiap lini kehidupannya, termasuk dalam
mendidik anak.
Bahkan kebutuhan dia terhadap ilmu dalam mendidik anak, melebihi kebutuhannya terhadap
ilmu dalam menjalankan pekerjaannya.
Namun, realita
berkata lain. Rupanya tidak sedikit di antara kita mempersiapkan ilmu untuk
kerja lebih banyak daripada ilmu untuk menjadi orangtua.
Padahal tugas kita menjadi orangtua dua puluh empat jam sehari
semalam, termasuk saat tidur, terjaga serta antara sadar dan tidak. Sementara
tugas kita dalam pekerjaan, hanya sebatas jam kerja.
Betapa banyak
suami yang menyandang gelar bapak hanya karena istrinya melahirkan. Sebagaimana
banyak wanita disebut ibu semata-mata karena dialah yang melahirkan. Bukan
karena mereka menyiapkan diri menjadi orangtua. Bukan pula
karena mereka memiliki kepatutan sebagai orangtua.
Padahal, menjadi
orangtua harus berbekal ilmu yang memadai. Sekadar memberi mereka uang dan
memasukkan di sekolah unggulan, tak cukup untuk membuat anak kita menjadi
manusia unggul.
Sebab, sangat banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.Uang memang bisa membeli tempat tidur yang mewah, tetapi bukan tidur yang lelap.Uang bisa membeli rumah yang lapang, tetapi bukan kelapangan hati untuk tinggal di dalamnya.Uang juga bisa membeli pesawat televisi yang sangat besar untuk menghibur anak, tetapi bukan kebesaran jiwa untuk memberi dukungan saat mereka terempas.
Betapa banyak
anak-anak yang rapuh jiwanya, padahal mereka tinggal di rumah-rumah yang kokoh
bangunannya. Mereka mendapatkan apa saja dari orangtuanya, kecuali perhatian,
ketulusan dan kasih sayang!
Ilmu Apa Saja
yang Dibutuhkan?
Banyak jenis
ilmu yang dibutuhkan orangtua dalam mendidik anaknya. Mulai dari ilmu agama dengan
berbagai variannya, hingga ilmu cara berkomunikasi dengan anak. Jenis
ilmu agama pertama dan utama yang harus dipelajari orangtua adalah akidah.
Sehingga ia bisa menanamkan akidah yang lurus dan keimanan yang
kuat dalam jiwa anaknya. Nabi shallallahu „alaihi wa sallam
mencontohkan
bagaimana membangun pondasi tersebut dalam jiwa anak, dalam salah
satu sabdanya untuk Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma,
"Jika
engkau memohon, mohonlah kepada Allah. Dan jika engkau meminta pertolongan,
mintalah kepada
Allah." (H.r.
Tirmidzi dan beliau berkomentar, "Hasan sahih").
Selanjutnya ilmu
tentang cara ibadah, terutama shalat dan cara bersuci. Demi merealisasikan
wasiat Nabi shallallahu
„alaihi wa sallam
untuk
para orangtua,
"Perintahkanlah
anak-anak kalian untuk shalat saat berumur tujuh tahun, dan pukullah jika
enggan saat
mereka berumur sepuluh tahun." (H.r. Abu Dawud dan dinilai sahih oleh
Syaikh al-
Albany).
Bagaimana
mungkin orangtua akan memerintahkan shalat pada anaknya, jikalau ia tidak
mengerti tatacara shalat yang benar. Mampukah orang yang
tidak mempunyai sesuatu, untuk memberikan sesuatu kepada
orang lain?
Berikutnya ilmu
tentang akhlak, mulai adab terhadap orangtua, tetangga, teman, tidak lupa adab
keseharian si
anak. Bagaimana cara makan, minum, tidur, masuk rumah, kamar mandi, bertamu dan lain-lain. Dalam
hal ini Nabi shallallahu „alaihi wa sallam
mempraktikkannya
sendiri, antara lain ketika beliau bersabda
menasihati seorang anak kecil,
"Nak,
ucapkanlah bismillah (sebelum engkau makan) dan gunakanlah tangan
kananmu." (H.r.
Bukhari dan
Muslim dari Umar bin Abi Salamah).
Yang tidak kalah
pentingnya adalah: ilmu seni berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak. Bagaimana
kita menghadapi anak yang hiperaktif atau sebaliknya pendiam. Bagaimana
membangun rasa percaya diri dalam diri anak. Bagaimana
memotivasi mereka untuk gemar belajar. Bagaimana menumbuhkan
bakat yang ada dalam diri anak kita. Dan berbagai konsep-konsep dasar
pendidikan anak lainnya.
Ayo Belajar!
Semoga pemaparan
singkat di atas bisa menggambarkan pada kita urgensi ilmu dalam mendidik anak. Sehingga
diharapkan bisa mendorong kita untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan pengetahuan
kita, menghadiri majlis taklim, membaca buku-buku panduan pendidikan. Agar kita betul-betul
menjadi orangtua yang sebenarnya, bukan sekedar orang yang lebih tua dari anaknya!
Judul Buku :
Jurus Jitu Mendidik Anak
Penulis :
Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.
Judul Buku :
Jurus Jitu Mendidik Anak
Penulis :
Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.

