JURUS KETIGA: MENDIDIK ANAK PERLU
KEIKHLASAN
Ikhlas merupakan ruh bagi setiap
amalan. Amalan tanpa disuntik keikhlasan bagaikan jasad yang tak bernyawa. Termasuk jenis amalan yang harus dilandasi keikhlasan adalah
mendidik anak. Apa maksudnya? Maksudnya
adalah: Rawat dan didik anak dengan penuh ketulusan dan niat ikhlas semata-mata mengharapkan keridhaan Allah ta‟ala.
Canangkan niat semata-mata untuk
Allah dalam seluruh aktivitas edukatif, baik berupa perintah, larangan, nasehat, pengawasan maupun
hukuman. Iringilah setiap kata yang kita ucapkan dengan keikhlasan..
Bahkan dalam setiap perbuatan
yang kita lakukan untuk merawat anak, entah itu bekerja membanting tulang guna mencari nafkah untuknya, menyuapinya,
memandikannya hingga mengganti popoknya,
niatkanlah semata karena mengharap ridha Allah.
Apa Sih Kekuatan Keikhlasan?
Ikhlas memiliki dampak kekuatan
yang begitu dahsyat. Di antaranya:
1.
Dengan ketulusan, suatu aktivitas akan terasa
ringan.
Proses membuat
dan mendidik anak, mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, membimbing hingga mendidik, jelas
membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Puluhan tahun! Tentu di rentang waktu yang cukup panjang
tersebut, terkadang muncul dalam hati rasa jenuh dan kesal karena ulah anak yang kerap
menjengkelkan. Seringkali tubuh terasa super capek karena banyaknya pekerjaan; cucian yang menumpuk,
berbagai sudut rumah yang sebentar-sebentar perlu dipel karena anak ngompol di sana sini dan tidak
ketinggalan mainan yang selalu berserakan dan berantakan di mana-mana. Anda ingin seabreg pekerjaan itu terasa ringan? Jalanilah dengan
penuh ketulusan dan keikhlasan! Sebab
seberat apapun pekerjaan, jika dilakukan dengan ikhlas insyaAllah akan terasa
ringan, bahkan menyenangkan.
Sebaliknya, seringan apapun pekerjaan, kalau dilakukan dengan keluh kesah pasti akan terasa seberat gunung dan
menyebalkan.
2.
Dengan
keikhlasan, ucapan kita akan berbobot.
Sering kita
mencermati dan merasakan bahwa di antara kata-kata kita, ada yang sangat
membekas di dada anak-anak yang
masih belia hingga mereka dewasa kelak. Sebaliknya, tak sedikit ucapan yang bahkan kita teriakkan keras-keras
di telinganya, ternyata berlalu begitu saja bagai angin malam yang segera hilang kesejukannya begitu
mentari pagi bersinar. Apa yang
membedakan? Salah satunya adalah kekuatan yang menggerakkan kata-kata kita. Jika Engkau ucapkan kata-kata itu untuk
sekadar meluapkan amarah, maka anak-anak itu akan mendengarnya sesaat dan sesudah itu hilang tanpa bekas. Namun
jika Engkau ucapkan dengan sepenuh
hati sambil mengharapkan turunnya hidayah untuk anak-anak yang Engkau lahirkan
dengan susah payah itu, insya
Allah akan menjadi perkataan yang berbobot.
Sebab bobot kata-kata kita kerap bersumber bukan dari manisnya tutur
kata, melainkan karena kuatnya
penggerak dari dalam dada; iman kita dan keikhlasan kita…
3.
Dengan keikhlasan anak kita akan mudah diatur
Jangan pernah
meremehkan perhatian dan pengamatan anak kita. Anak yang masih putih dan bersih dari noda dosa akan begitu mudah
merasakan suasana hati kita. Dia bisa membedakan antara tatapan kasih sayang dengan tatapan
kemarahan, antara dekapan ketulusan dengan pelukan kejengkelan, antara belaian
cinta dengan cubitan kesal. Bahkan ia pun bias menangkap suasana hati orang
tuanya, sedang tenang dan damaikah, atau sedang gundah gulana? Manakala si anak
merasakan ketulusan hati orangtuanya dalam setiap yang dikerjakan, ia akan menerima
arahan dan nasihat yang disampaikan ayah dan bundanya, karena ia menangkap
bahwa segala yang disampaikan padanya adalah semata demi kebaikan dirinya.
4. Dengan keikhlasan kita akan memetik
buah manis pahala
Keikhlasan bukan hanya memberikan
dampak positif di dunia, namun juga akan membuahkan pahala yang amat manis di
alam sana. Yang itu berujung kepada berkumpulnya orangtua dengan anak-anaknya
di negeri keabadian; surga Allah yang penuh dengan keindahan dan kenikmatan.
Artinya: “Orang-orang yang beriman,
beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami akan
pertemukan mereka dengan anak cucu mereka.” (Q.s. Ath-Thur: 21).
Dipertemukan di mana? Di surga Allah SWT
Mulailah dari Sekarang!
Latih dan biasakan diri untuk ikhlas dari
sekarang, sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan. Kalau Engkau bangun di
tengah malam untuk membuatkan susu buat anakmu, aduklah ia dengan penuh
keikhlasan sambil mengharap agar setiap tetes yang masuk kerongkongannya akan menyuburkan
setiap benih kebaikan dan menyingkirkan setiap bisikan yang buruk. Kalau Engkau
menyuapkan makanan untuknya, suapkanlah dengan penuh keikhlasan sembari memohon
kepada Allah agar setiap makanan yang mengalirkan darah di tubuh mereka akan mengokohkan
tulang-tulang mereka, membentuk daging mereka dan membangkitkan jiwa mereka sebagai
penolong-penolong agama Allah.
Sehingga dengan itu, semoga setiap suapan yang
masuk ke mulut mereka akan membangkitkan semangat dan meninggikan martabat.
Mereka akan bersemangat untuk senantiasa menuntut ilmu, beribadah dengan tekun
kepada Allah dan meninggikan agama-Nya. Amîn yâ mujîbas sâ‟ilîn…
Judul Buku :
Jurus Jitu Mendidik Anak
Penulis :
Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.
Jurus Jitu Mendidik Anak
Penulis :
Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.

